Selamat Datang di Blog Saya - Semoga Artikel yang Saya Postingkan Bermanfaat bagi semua

Rabu, 10 April 2013

Bumiku semakin Panas

Menurut Soemarwoto (1992), yang dimaksud dengan pemanasan global ialah naiknya suhu permukaan bumi karena naiknya intensitas efek rumah kaca (ERK). ERK sendiri sangatlah berguna, karena tanpa adanya ERK rata – rata suhu permukaan bumi hanyalah –18o C. Dengan adanya ERK suhu rata – rata permukaan bumi ialah 15o C. ERK terjadi karena sinar infra-merah yang dipancarkan kembali oleh bumi terserap oleh gas tertentu yang disebut gas rumah kaca(GRK). GRK terpenting ialah CO2, CFC, metan, ozon dan N2O, masing – masing kurang dari 10%. Dengan demikian pada waktu ini GRK terpenting ialah CO2 disusul oleh CFC

Pemantulan atmosfer bumi menunjukkan kadar GRK menunjukkan gejala terus meningkat. Karena itu orang sangat khawatir, intensitas ERK akan naik sehingga suhu permukaan bumi juga akan naik. Berdasarkan atas hasil pemantauan itu orang memproyeksikan suhu akan naik dengan 3o C pada kira – kira tahun 2030, jadi hanya 22 tahun dari sekarang. Karena  pengetahuan para pakar tentang ERK masih jauh dari sempurna, maka perkiraan tentang kenaikan suhu masih banyak berbeda, bahkan ada yang memperkirakan akan terjadi pendinginan karena adanya umpan-balik negative, antara lain dari uap air. Namun demikian, meskipun masih banyak terdapat ketidakpastian, Karena pemanasan global akan mempunyai dampak yang besar terhadap kesejahteraan manusia pada umumnya, seyogyanyalah kita berusaha untuk mengurangi terjadinya pemanasan global.
 
No.
Jenis Kegiatan
Sumbangan pada Pemanasan global (%)
1.
2.
3.
4.
5.
Produksi dan konsumsi energi
CFC
Pertanian
Penebangan hutan dan perubahan tataguna lahan
Industri
57
17
14
9
3


100


Salah satu penyebab kenaikan CO2 yang merupakan GRK terpenting ialah penebangan hutan dan pembakaran biomassanya serta konversi hutan menjadi tataguna lahan nir-hutan. Dengan ini karbon yang tersimpan dalam biomassa hutan terlepas ke dalam atmosfer dan kemampuan bumi untuk menyerap CO2 dari udara melalui fotosintesis hutan berkurang. Kemampuan penyerapan CO2 dan penyimpanan karbon disebut endapan (sink) karbon.Selain hutan,laut merupakan pula endapan karbon yang besar.setelah hutan di tebang,sinar matahari dapat langsung  mengenai permukaan tanah.Dengan kenaikan suhu itu dekomposisi bahan organic di atas dan di dalam tanah di percepat,sehingga terlepaslah karbon yang tersimpan bahan organic itu.Kegiatan penebangan hutan di daerah tropic akhir-akhir ini banyak terjadi,sehingga timbulah tuduhan bahwa hutan tropic merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global.namun masalah Ini haruslah ditinjau dalam perspektif holistik dan historik.
Dalam Tabel 1 tampak penyumbang terbesar pada pemanasan global ialah pembangkitan dan konsumsi energi, disusul oleh CFC. Emisi CO2 diperkirakan sebesar 8.490 juta ton karbon, yaitu 5.550 juta ton dari pembakaran bahan bakar fosil (BBF) dan 2.800 juta ton dari penebangan dan pembakaran hutan. Jadi 65,4% berasal dari pembakaran BBF yang sebagian besar terjadi di Negara maju dan 33,0% dari hutan. Amerika Serikat saja mempunyai sumbangan 17% pada emisi CO2 sedunia.
CFC merupakan gas buatan manusia yang banyak digunakan dalam industri untuk pembuatan karet dan plastic busa, dalam industri elektronika, sebagai gas pendorong kemasan aerosol, dalam mesin pendinginan dan pembeku serta dalam kehidupan sehari – hari untuk membersihkan pakaian. Gas sejenis juga digunakan dalam alat pemadam kebakaran. Konsumsi CFC terbesar terdapat di Negara maju dan Negara Eropa Timur, yaitu 84% dari konsumsi sedunia.
Ozon terbentuk melalui proses fotokimia. Di stratosfer pembentukan itu terjadi dari O2 dengan menggunakan energi yang tinggi dalam sinar ultraviolet. Di stratosfer itu terjadi steady state pembentukan dan penguraian ozon. Proses pembentukan dan penguraian O3 dalam stratosfer berguna bagi makhluk hidup. Di troposfer ozon terbentuk pula melalui proses fotokimia dari gas limbah pembakaran BBM yang sebagian besar terjadi di Negara maju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leobardus Ari Nugroho